Jumat, 09 Desember 2016

Truth Or Lie

Sabtu, 10 Desember 2016


Pernah nggak sih kamu berada di suatu posisi di mana kamu kenal sebuah couple dan kamu sadar bahwa ada yang salah di antara mereka? Kamu tau bahwa ada kebohongan di antara mereka, padahal dalam suatu hubungan itu nggak boleh dong ada kebohongan, seperti satu kalimat yang satu ini, "Jangan sampai ada dusta di antara kita". 

Nah, kamu ini berteman baik dengan salah satu dari mereka, dan ternyata pasangan doi menyembunyikan sesuatu. Sebagai sahabat baik pasti kamu nggak mau teman kamu dikhianati sama pasangannya kan? Jelas, mungkin saja kamu berpikir mungkin lebih baik memberitahu yang sebenarnya daripada temen baik kamu dibohongi sama pasangannya terus-menerus. Ada pepatah bilang, "Lebih baik kejujuran yang pahit daripada kebohongan yang manis". But sometimes you have to know the limit.


                          Image result for LDR

Dulu aku punya temen, sebut aja Ana. Tiba-tiba dia di-DM sama seseorang yang nggak dia kenal. Orang itu mengaku sebagai cowoknya temen Ana. Katanya sih, orang ini udah menjalani hubungan jarak jauh dengan temannya Ana, atau bahasa kerennya LDR (Long Distance Relationship. Udah lamaaa banget mereka jadian di media sosial, mungkin udah beberapa bulan. Namun sejak jadian mereka belum pernah ketemu. Ceweknya temen Ana ini bener-bener percaya sama pacarnya kalau dia nggak akan berkhianat atau suka sama cewek lain. Mungkin akhirnya orang yang nge-DM Ana ini udah capek menjalani LDR dan penasaran akan hidup cowoknya. Ngapain aja sih orangnya di kelas? 

Dan yang aku tahu, akhirnya cewek ini jadi berteman baik sama Ana. Cewek ini mulai tanya-tanyain Ana tentang bagaimana pacarnya di kelas? Apa temen-temen kelas tahu kalau dia udah punya pacar? Dia suka sama cewek lain nggak di sekolah? Suka deketin cewek lain nggak? 

Nyatanya, pacarnya memang kagum sama salah satu murid di kelas sebelah. Dan cowok ini nggak pernah bercerita tentang apa-apa mengenai ceweknya di sekolah. Dia juga suka bergaul sama cewek lain. Katanya juga jarang membalas chat dari ceweknya. 

Tapi, ada tapinya, gimana kalau ternyata cowok ini hanya sekedar "kagum" dengan murid kelas sebelah itu? (Kagum sama cinta tuh beda lho ya menurut aku). Dan gimana kalau dia memilih untuk nggak cerita-cerita mengenai ceweknya di kelas itu karena dia anggap itu sebagai hal privasi yang tidak perlu diumbar-umbar. Bergaul sama cewek juga nggak berarti dia "selingkuh" lho. Memangnya cowok nggak bisa bergaul sama cewek selain pake status "pacaran"? Dan masalah chat itu, yang namanya status "pacaran" itu bukan "menikah" lho, jadi nggak ada yang namanya dikekang dan nggak boleh mengekang. Memang sih sebagai orang yang berstatus pacaran pasti ingin tau aja doinya lagi ngapain, atau ingin sekedar chitchat ngomongin hal yang random. Tapi inget, selain berpacaran pasti orang itu punya kegiatan lain. Sekalipun kalau dia sebenernya punya waktu untuk ngobrol sama pacarnya, mungkin dia lebih memilih untuk menjauh dari handphone dan istirahat. 

Sayangnya, Ana udah beberin semuanya dan cewek ini merasa dikhianati. 

Yang lebih sayangnya lagi, akhirnya mereka putus. Udah LDR, putus pula. 

Sebenernya bisa jadi itu semua salah paham, sayangnya kesalahpahaman itu nggak bisa dicari solusinya, sudah terlanjur.

Dari cerita di atas, aku mau kasih beberapa tips yang mungkin bisa berguna,

1. Pastiin dulu kebenarannya
Jangan terlalu cepat berasumsi, beneran deh. Akhirnya jadi salah paham seperti yang di atas.

2. Sebaiknya biarkan mereka selesaikan masalah mereka sendiri
Karena kalau kamu ikut campur dan ujung-ujungnya malah merusak hubungan, kamu bisa dicap sebagai PHO (Perusak Hubungan Orang). Kecuali kalau memang salah satu dari mereka meminta bantuan kamu, kamu boleh deh bantu-bantu menyelidiki apa yang salah.

3. Jangan jujur-jujur banget 
Misalnya si cowok ngomong sesuatu ke ceweknya demi membuat kagum ceweknya. Dan ceweknya meminta klarifikasi kamu sebagai teman cowoknya, apa benar yang si cowok bilang? Mungkin kalau kebohongan cowoknya itu sampai bilang punya pesawat jet dan punya negara sendiri sih beda lagi. Tapi kalau sekadar bilang kalau dia itu pinter, nilai latihan di kelas sempurna, dll padahal mungkin belum se-sempurna yang ceweknya kira, kamu iya-in aja deeh biar aman-aman aja di antara mereka.

Sepertinya segitu dulu yang bisa aku sampaiin. Ini berdasarkan sudut pandang aku aja. Kalau kalian ada pendapat sendiri atau mau menambahkan tips, simply leave a comment :)

Terimakasih!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar